← Kembali ke Daftar Berita

TSTH2 dan Kalbe Jajaki Pemetaan Molekuler Senyawa Herbal Indonesia

TSTH2 dan Kalbe Jajaki Pemetaan Molekuler Senyawa Herbal Indonesia

05 Mei 2026 - Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) menerima kunjungan Sie Djohan, Direktur Kalbe Farma, bersama dr. Sandy Qlintang, M.Biomed., Presiden Direktur Regenik Kalbe, dan tim. Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi untuk memperkuat pemanfaatan etnomedisin Indonesia melalui riset ilmiah, bioteknologi, dan bioinformatika.

Salah satu fokus utama diskusi adalah pengembangan pustaka senyawa metabolit sekunder yang diperoleh dari tanaman herbal Indonesia. Pustaka tersebut dapat mengintegrasikan informasi mengenai struktur molekul, sumber tanaman, aktivitas biologis, serta potensi pengembangan masing-masing senyawa.

Dengan pendekatan ini, kekayaan kimia tanaman herbal Indonesia tidak hanya terdokumentasi, tetapi juga dapat dipelajari secara lebih sistematis sebagai dasar untuk mengidentifikasi senyawa potensial yang dapat diteliti lebih lanjut.

Membaca Potensi Senyawa melalui Bioinformatika

Bioinformatika menjadi salah satu pendekatan yang dibahas untuk memetakan hubungan antara struktur molekul, target biologis, potensi terapeutik, serta karakteristik ADME (Absorption, Distribution, Metabolism, and Excretion).

Analisis ini dapat membantu menilai potensi suatu senyawa secara lebih terarah sebelum dilanjutkan ke tahap pengujian biologis yang lebih mendalam.

Dari Etnomedisin Menuju Riset Berbasis Bukti

Indonesia memiliki tradisi panjang dalam pemanfaatan tanaman untuk kesehatan. Pengetahuan etnomedisin tersebut menyimpan informasi penting yang dapat menjadi titik awal dalam mengeksplorasi tanaman dan senyawa dengan potensi biologis maupun terapeutik.

Melalui pendekatan ilmiah, tanaman yang selama ini digunakan secara tradisional dapat dipelajari kandungan metabolit sekundernya, aktivitas biologisnya, serta kemungkinan interaksinya dengan target molekuler tertentu.

Pendekatan ini membuka ruang bagi pengembangan obat herbal berbasis bukti ilmiah sekaligus memperkuat pemanfaatan biodiversitas Indonesia dalam riset kesehatan.

Menghubungkan Riset dengan Perspektif Industri

Diskusi TSTH2 dan Kalbe juga mempertemukan perspektif penelitian bahan alam dengan kebutuhan pengembangan industri.

TSTH2 memiliki kapasitas dalam eksplorasi tanaman herbal, isolasi dan karakterisasi senyawa, serta pengembangan data ilmiah. Sementara itu, keterlibatan Kalbe memberikan perspektif mengenai validasi, pengembangan kandidat, serta tahapan yang diperlukan untuk membawa hasil penelitian menuju aplikasi yang lebih luas.

Pertemuan ini menjadi ruang awal untuk melihat berbagai kemungkinan kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan, khususnya dalam pemetaan molekuler, bioinformatika, dan pengembangan pustaka senyawa herbal Indonesia.